WISATA RELIGI SUNAN AMPEL SURABAYA
Makam Sunan Ampel merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya. Makam salah satu wali songo dan putra bangsawan ini dihiasi dengan berbagai ukiran khas kerajaan majapahit serta Sembilan gapura yang menggambarkan wali songo. Di dalam kompleks makam sunan ampel juga terdapat masjid sunan ampel yang semakin menambah suasana religi di kompleks pemakaman ini.Raden Rahmat atau yang lebih dikenal Sunan Ampel adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran islam di tanah Jawa. Tokoh yang merupakan keponakan ratu Majapahit ini lahir tahun 1401 M di champa. Dan diperkirakan datang ke Ampel Denta sekitar tahun 1440 M, kemudian beliau mendirikan pesantren yang dijadikan sebagai tempat berdakwah. Sunan Ampel wafat tahun 1481 M di Demak, dan dimakamkan di Surabaya.
Kompleks makam Sunan Ampel terletak di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, Surabaya (sekitar 2 Km ke arah Jembatan Merah). Lokasinya terletak di tengah kota, jadi sangatlah mudah untuk mencapai kompleks pamakaman ini. Tidak heran jika tempat ini setiap harinya dikunjungi banyak peziarah terutama saat ramadhan dan hari-hari tertentu seperti malam satu suro misalnya.

Untuk menuju ke makam, para peziarah harus melewati sembilan gapura yang melambangkan wali songo. Tiga gapura merupakan bangunan asli peninggalan Sunan Ampel. Makam Sunan Ampel terletak tepat di sebelah makam istri pertamanya, Nyai Condrowati yang tidak lain merupakan keturunan Raja Brawijaya lima. Selain itu, di dalam kompleks pemakaman ini juga terdapat makam para pengawal dan para santri Sunan Ampel, salah satunya makam Mbah Sholeh yang berjumlah sembilan dan makam Mbah Bolong.
Kompleks pemakaman sunan ampel ini terletak di belakang Masjid Ampel. Masjid Ampel didirikan tahun 1421 M di atas sebidang tanah seluas 120 x 180 meter². Arsitektur bangunan Masjid Ampel sangat unik dan kaya akan nilai sejarah. Keunikan dan nilai sejarah masjid ini terletak pada 16 tiang penyangganya yang terbuat dari kayu jati berukuran 17 meter tanpa sambungan.Tiang penyangga ini hingga kini masih kokoh, padahal umurnya sudah lebih dari 600 tahun.
Di tiang penyangga terdapat ukiran-ukiran kuno peninggalan zaman Majapahit yang bermakna Keesaan Tuhan. Masjid ini memiliki 48 pintu yang masih asli, dengan diameter satu setengah meter, dan tinggi dua meter.
Bangunan lain yang menjadi ciri khas masjid ini adalah menara setinggi 50 meter. Dahulu, menara ini berfungsi sebagai tempat azan. Di sebelah menara terdapat kubah berbentuk pendopo jawa, dengan lambang ukiran mahkota berbentuk matahari, yang merupakan lambang kejayaan Majapahit. Dan yang lebih menarik, ternyata sejak tahun 1972 Masjid Agung Sunan Ampel telah ditetapkan menjadi tempat wisata religi oleh Pemkot Surabaya.
Satu lagi yang menarik dari kompleks pemakaman ini adalah adanya kampung arab di sekitar kawasan kompleks pemakaman. Dan jika para peziarah ingin membeli cindera mata khas Sunan Ampel tak perlu khawatir lagi karena di sekitar lokasi menuju makam Sunan Ampel banyak dijumpai para pedagang yang menjual berbagai macam cindera mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar